pano ketep1.jpg

Landscape Indonesia

Ebook

[ebook] Belepotan team gowes to Bumiayu

Ahkir Januari 2012 lalu, saya diminta tolong om Pur untuk membantuk mendokumentasikan kegiatan "blusukan" group BELEPOTAN ke daerah Kaligua, Bumiayu. Berhubung memang sedang ada waktu luang maka tawaran tersebut saya hiakan saja.

Cover Ebook Belepotan

Sekilas catatan perjalanan saya yang kemudian dirangkum menjadi sebuah ebook.
Silakan di download dari :

SCRIBD :

scribd - BELEPOTAN gowes ke Bumiayu

MEDIAFIRE :

mediafire - BELEPOTAN gowes ke Bumiayu

PURWOKERTO – KALIGUA

Matahari belum menampakan sinarnya ketika beberapa rekan terbangun lalu bergegas mengantri mandi. Beberapa orang lainnya terlihat sedang mempersiapkan peralatan yang akan dibawa ke dalam tas. Saya yang masih terkantuk kantuk kemudian bergegas bangun dan  mempersiapkan peralatan yang akan dibawa. Beda dengan yang lainnya, dimana mereka memasukan peralatan  helm dan body protector, saya malah memasukan tripod, filter dan kamera.. ya saya kan memang "bertugas" mengabadikan perjalanan para goweser dari team Blepotan yang tour ke Kaligua, Bumiayu ini.

Selesai saya mandi, sudah ada rombongan depan yang berangkat dari Rumah Shinta menuju titik tempat parkir bus. Dengan menggunakan mobil bak terbuka kami bergerombol di belakang, jadi berasa seperti mau pergi ke pasar saja. Bonusnya adalah udara pagi yang segar. langit terlihat cerah, tidak menampakan tanda akan turun hujan, paling tidak sampai siang nanti.

Sesampai di titik pertemuan kami  masuk ke dalam bus. Perjalanan menuju Bumiayu pun dimulai. Di dalam bus saya bertemu dengan om Iwan (aka Big Rider) yang berjuang dengan segala daya untuk ikut acara ini. Perjuangan dimulai dari Kalimantan Timur dengan penerbangan malam menuju Jakarta, Kkemudian dilanjutkan dengan menyewa travel menuju Purwokerto.. mantap !! full perjuangan ! Sayangnya nasi bungkus yang di beli di jalan untuk sarapan  tertinggal di mobil travel :D..

Pagi, ditambah AC bus yang cukup dingin membuat beberapa rekan dari kamipun terlelap sepanjang perjalanan.

Di pertigaan yang menuju ke Kaligua bus berhenti. Dari sini nanti kami semua akan berganti alat transportasi menggunakan truk. Truk yang sama yang akan membawa sepeda peserta ke atas. total 2 truk dan 1 colt yang membawa sekitar 20 orang dari Jakarta dan beberapa orang dari Bumiayu. Sembari menunggu truk yang datang beberapa teman tampak asyik menjadi model dengan jersey Blepotan hijau hijaunya.

perjalanan menuju Kaligua

Perjalanan menuju Kaligua sepanjang 20 km dengan kemiringan yang cukup lumayan. Start dari ketinggian sekitar 1200 mdpl menuju 2150 mdpl. Disepanjang perjalanan terbentang persawahan yang masih hijau. Sesekali truk kami melewati sekolah dasar dimana para murid yang bergerombol melambaikan tangan kepada kami. Semakin ke atas pemandangan yang terpapar semakin indah. pegunungan Ciremai di sebelah barat seakan mengawal perjalanan kami ke atas. Di ujung jalan aspal truk kami pun kemudian berbelok menuju jalan berbatu yang melewati kebun teh. langit biru dan hijaunya daun teh menjadi pemandangan yang menyegarkan mata.

Teman teman yang berada di L300 sedikit kurang beruntung karena  laju kendaraan mereka agak pelan ketika menanjak. terkadang bahkan harus turun ketika jalur tanjakan yang cukup terjal. Kami yang di truk kedua pun juga di tengah perjalanan sempat mengalami sedikit gangguan ketika bambu yang menjadi landasan sepeda sempat goyah dan harus dikuatkan ulang ikatannya.

Pukul 09.00 kami semua berkumpul di puncak Sakub. Udara cukup dingin walau saat itu cukup cerah. Minuman teh hangat yang sudah disiapkan panitia dari Gemuyu ditambah sego  runtuk , langsung masuk ke dalam lambung para peserta.. Di kaki langit sebelah barat pemandangan kebun teh yang  tersusun rapi dengan latar belakang Gunung Ciremai semakin mempercantik suasana.. sayang Gunung Slamet saat itu tertutup kabut, enggan menampakan puncaknya.

puncak Sakub

Doa bersama, foto bersama dan  perjalanan bersepeda menikmati keindahan Kaligua pun dimulai

THE JOURNEY

Trek awal yang dilalui berupa turunan satu jalur sempat membuat beberapa orang sedikit keder. bahkan ada yang karena sayang dengan sepedanya malah menggotong sepeda nya melewati jalur turunan di atas baru kemudian mengowesnya kembali. Sayangnya, medan di Kaligua ini tidak bisa saya dokumentasi dengan penuh. Karena sebagian besar merupakan jalur single track dan dilarang untuk dilewati oleh sepeda motor. Sehingga saya hanya bisa mengabadikan moment ketika mereka masuk ke jalur single track, dan kembali bergegas membonceng motor trail yang langsung melaju kencang di jalur berbatu kebun teh, menunggu di tempat pesepeda keluar jalur mereka.

expresi jalur turunan

Sempat sedikit frustasi karena merasa bakalan tidak bisa mendapatkan foto foto yang WOW. akan lebih banyak foto2 "action" standart yang mengandalkan kecepatan para pesepeda ketika melintasi jalur menurun. Terlebih beberapa jalur bersepeda melewati tempat yang cukup rindang tertutup pepohonan sehingga dengan terpaksa harus mengandalkan iso tinggi untuk mengejar speed yang memadahi supaya masih bisa fokus ke subyeknya..

Ditambah lagi baju jersey berwarna hijau yang digunakan oleh para pesepeda ternyata berbaur warna dengan hijaunya kebun teh sehingga ketika para pesepeda melintas di rimbunan pepohonan kurang begitu kentara. klop deh..Tapi show must go on dan teman teman gak peduli permasalahan tehnis pengambilan fotonya.. yang penting buat mereka gowes total dan didokumentasikan maksimal :p. so musti kreatif ni kalau tidak mau hanya membawa pulang foto foto dokumentasi standart.

Setelah dirasa cukup hanya memotret keluar dan masuk jalur maka berikutnya saya mencegat mereka dari sisi jalur yang agak berjauhan dengan jalur pesepeda. "nanti mereka akan lewat punggungan itu mas" ujar  pengendara motor trail yang menemani saya. Bersiap dengan lensa panjang saya menunggu para pesepeda untuk melintas..

Satu demi satu pesepeda melintas jalur pipa di seberang bukit, sayang jersey hijau mereka kurang begitu kontras dengan latar belakang bukit yang dipenuhi rerumputan.. setelah beberapa saat rombongan "team narsis" - maksudnya team yang mengambil jalur santai lewat di jalur bawah. jepret.. lumayan dapat 2 pesepeda beda jalur.... jepret.. ada pesepeda yang lewat dengan ditonton penduduk yang sedang berkebun.Ketika dirasa cukup, kembali saya bergegas membonceng trail melewati jalur menuju Danau Renjeng. pemandangan cukup menarik dengan pepohonan pinus di kanan jalan sempat diabadikan sembari menunggu para peserta berkumpul.

melintas hutan pinus

Di jalur ini motor trail bisa mengikuti dari belakang walau cukup susah juga karena kerapatan pepohonan sehingga terkadang beberapa foto ‘out of focus ‘dan ‘blur’. beberapa kali saya berhenti untuk mengambil beberapa jepretan frame dan kemudian kembali bergegas mengejar para pesepeda dengan trail. 2 x di jalur ini motor trail yang saya tumpangi terjerembab.. dan untung nya dengan reflek tangan kanan saya yang memegangi kamera selalu langsung mengangkat kamera ke atas tinggi tinggi. tapi tak urung bagian paha yang sempat mengalami memar.

Jalur berikutnya merupakan jalur aspal dan kemudian masuk ke jalur single track membelah punggungan dan kebun jagung. kembali motor trail ini mengambil jalur yang berbeda dan menunggu di seberang jalan.satu demi satu para pesepeda terlihat dan menuruni punggungan bukit yang langsung dihajar dengan tanjakan.

Siang itu terik sekali.. seakan matahari sedang berpesta dengan sinarnya.. langit biru dengan awan putih berarak di sekitar kaki langit. Saya menunggu cukup lama di bawah pohon yang berada di ujung jalan persawahan. mata saya memicing mencoba mengawasi dari titik nanti para pesepeda muncul. beberapa saat kemudian terlihat rombongan pesepeda melintasi pematangan di ujung sana.. tampak seorang petani yang berdiri keheranan mengawasi beberapa orang berpakaian hijau ngejreng melintas pematang. Ada apa ini ? mungkin itu yang ada di dalam pikiran dia..

melintas pematang sawah

Beberapa pesepeda terlihat sedang menunggu beberapa teman di belakang. malah ada yang bergaya ketika melihat moncong lensa saya mengarah ke mereka :p

Selepas sawah beberapa orang memanfaatkan waktu dengan menunaikan ibadah sholat sembari beristirahat di masjid, menunggu yang dibelakang datang. Jalur dari sini terpisah menjadi dua.. jalur menanjak yang merupakan jalur yang sudah dipilih panitia, dan jalur datar untuk yang sudah tidak kuat dan sekedar narsis. Beberapa pesepeda yang masih kuat langsung mengambil ancang ancang untuk melibas jalur menanjak yang terlihat tidak terlalu jauh di depan, sedangkan yang sudah terlihat capek kemudian memutuskan melewati jalur datar. kedua jalur ini nantinya akan bertemu di masjid yang menjadi titik perhentian istirahat siang.

Jalur menanjak terbukti cukup ampuh untuk membuat beberapa peserta turun dari sepeda dan menuntun sepeda mereka melewati rintangan. beberapa yang masih mempunyai stamina extra tetap menggowes sepeda mereka sembari memompa semangat melewati tanjakan.

Jalan sempat terputus karena sedang ada perbaikan jembatan, sehingga peserta melewati jembatan sementara yang terbuat dari bambu, moment yang cukup menarik untuk diabadikan.

Selepas ini kami sempat bertemu dengan beberapa anak kecil yang bermain sepeda roda tiga.. jadilah sekedar berfoto bersama sembari membayangkan apakah  mereka masih meneruskan kegiatan yang sama.

RAINING

Semua peserta berkumpul sekitar pukul 2 di masjid. minuman teh hangat maupun es teh buat yang ingin minuman dingin, tinggal dicampur dengan es batu sudah tersedia. cuaca yang tadi cerah sekarang berubah gelap. awan mendung mulai menutupi Bumiayu. Tak lama kemudian rintik hujan berganti dengan hujan lebat. Jalur berikut yang rencana nya merupakan jalur menanjak terpaksa diganti dengan jalur alternatif yang lebih aman. karena dikawatirkan kondisi jalan licin dengan pinggiran jurang sehingga cukup berbahaya untuk dilewati dalam kondisi hujan lebat.

Bersepeda membelah hujan, diantara gemericik bunyi air hujan yang menetes di bebatuan. saya dan pengendara motor trail menunggu di jalur irigasi. Langit di belakang terlihat tertutup mendung. sesekali di kanan saya terlihat selarik cahaya membelah langit diikuti bunyi menggelegar.

Kaos yang terbungkus jas hujan sudah mulai basah kuyup menunggu rekan rekan yang akan lewat jalur irigasi ini. Informasi dari penduduk jembatan di depan rusak sehingga tidak bisa dilewati, jadi nanti rencana nya para pesepeda akan dialihkan jalan melingkar. Kami putuskan untuk menunggu di jalur irigasi untuk mengabadikan beberapa jepretan dan kemudian menunggu di jalur alternatif.

Setelah ditunggu2 ternyata para peserta memutuskan untuk menyeberangi sungai dengan bantuan penduduk. sepeda ditaruh diatas rakit dan ditarik di atas sungai yang sedang banjir.. wah sayang saya ketinggalan moment yang menarik :(

END OF JOURNEY

Sore, kami semua sudah berkumpul di rumah makan Bumiayu, menikmati masakan dan teh hangat. setelah packing sepeda di dalam bus, berpamitan dengan rekan2 yang Gemuyu yang sudah menemani perjalanan hari ini, kami pun kembali ke Purwokerto...
Rasa capek baru terasa ketika menyandarkan tubuh di bus, paha dan tangan akibat jatuh yang terahkir di jalan semen yang licin terguyur hujan pun mulai berasa memar nya..
Tapi pengalaman menikmati Kaligua kali ini membawa cukup banyak kenangan yang tersimpan dalam bentuk digital di memory card saya.. menunggu untuk di sharing dengan rekan rekan lainnya..

cover belakang Ebook BELEPOTAN

Widhi
Landscape Photographer & Traveler

Add comment

Security code
Refresh

diskusi dasar fotografi landscape

diskusi peralatan fotografi landscape

Cartenz Adventure Store

cephoo.com - cetak photobook

tebarkan "racun" ini ke teman-teman anda :D

FacebookMySpaceTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksRedditTechnoratiLinkedinRSS FeedPinterest

ikuti update terbaru melalui

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update

 

FREE-BOOK